Senin, 21 November 2011

KEBUDAYAAN BETAWI


Suku Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, dan Melayu serta suku-suku pendatang, seperti Arab, India, Tionghoa, dan Eropa. Istilah Betawi

Kata Betawi digunakan untuk menyatakan suku asli yang menghuni Jakarta dan bahasa Melayu Kreol yang digunakannya, dan juga kebudayaan Melayunya. Kata Betawi berasal dari kata "Batavia," yaitu nama lama Jakarta pada masa Hindia Belanda.
 Sejarah
Diawali oleh orang Sunda (mayoritas), sebelum abad ke-16 dan masuk ke dalam Kerajaan Tarumanegara serta kemudian Pakuan Pajajaran. Selain orang Sunda, terdapat pula pedagang dan pelaut asing dari pesisir utara Jawa, dari berbagai pulau Indonesia Timur, dari Malaka di semenanjung Malaya, bahkan dari Tiongkok serta Gujarat di India.
Selain itu, perjanjian antara Surawisesa (raja Kerajaan Sunda) dengan bangsa Portugis pada tahun 1512 yang membolehkan Portugis untuk membangun suatu komunitas di Sunda Kalapa mengakibatkan perkawinan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis yang menurunkan darah campuran Portugis. Dari komunitas ini lahir musik keroncong.
Setelah VOC menjadikan Batavia sebagai pusat kegiatan niaganya, Belanda memerlukan banyak tenaga kerja untuk membuka lahan pertanian dan membangun roda perekonomian kota ini. Ketika itu VOC banyak membeli budak dari penguasa Bali, karena saat itu di Bali masih berlangsung praktik perbudakan.[1] Itulah penyebab masih tersisanya kosa kata dan tata bahasa Bali dalam bahasa Betawi kini. Kemajuan perdagangan Batavia menarik berbagai suku bangsa dari penjuru Nusantara hingga Tiongkok, Arab dan India untuk bekerja di kota ini. Pengaruh suku bangsa pendatang asing tampak jelas dalam busana pengantin Betawi yang banyak dipengaruhi unsur Arab dan Tiongkok. Berbagai nama tempat di Jakarta juga menyisakan petunjuk sejarah mengenai datangnya berbagai suku bangsa ke Batavia; Kampung Melayu, Kampung Bali, Kampung Ambon, Kampung Jawa, Kampung Makassar dan Kampung Bugis. Rumah Bugis di bagian utara Jl. Mangga Dua di daerah kampung Bugis yang dimulai pada tahun 1690. Pada awal abad ke 20 ini masih terdapat beberapa rumah seperti ini di daerah Kota.
Antropolog Universitas Indonesia, Dr. Yasmine Zaki Shahab, MA memperkirakan, etnis Betawi baru terbentuk sekitar seabad lalu, antara tahun 1815-1893. Perkiraan ini didasarkan atas studi sejarah demografi penduduk Jakarta yang dirintis sejarawan Australia, Lance Castle. Di zaman kolonial Belanda, pemerintah selalu melakukan sensus, yang dibuat berdasarkan bangsa atau golongan etnisnya. Dalam data sensus penduduk Jakarta tahun 1615 dan 1815, terdapat penduduk dari berbagai golongan etnis, tetapi tidak ada catatan mengenai golongan etnis Betawi. Hasil sensus tahun 1893 menunjukkan hilangnya sejumlah golongan etnis yang sebelumnya ada. Misalnya saja orang Arab dan Moor, orang Bali, Jawa, Sunda, orang Sulawesi Selatan, orang Sumbawa, orang Ambon dan Banda, dan orang Melayu. Kemungkinan kesemua suku bangsa Nusantara dan Arab Moor ini dikategorikan ke dalam kesatuan penduduk pribumi (Belanda: inlander) di Batavia yang kemudian terserap ke dalam kelompok etnis Betawi.
Suku Betawi
Pada tahun 1930, kategori orang Betawi yang sebelumnya tidak pernah ada justru muncul sebagai kategori baru dalam data sensus tahun tersebut. Jumlah orang Betawi sebanyak 778.953 jiwa dan menjadi mayoritas penduduk Batavia waktu itu.
Antropolog Universitas Indonesia lainnya, Prof Dr Parsudi Suparlan menyatakan, kesadaran sebagai orang Betawi pada awal pembentukan kelompok etnis itu juga belum mengakar. Dalam pergaulan sehari-hari, mereka lebih sering menyebut diri berdasarkan lokalitas tempat tinggal mereka, seperti orang Kemayoran, orang Senen, atau orang Rawabelong.
Pengakuan terhadap adanya orang Betawi sebagai sebuah kelompok etnis dan sebagai satuan sosial dan politik dalam lingkup yang lebih luas, yakni Hindia Belanda, baru muncul pada tahun 1923, saat Husni Thamrin, tokoh masyarakat Betawi mendirikan Perkoempoelan Kaoem Betawi. Baru pada waktu itu pula segenap orang Betawi sadar mereka merupakan sebuah golongan, yakni golongan orang Betawi.
Ada juga yang berpendapat bahwa orang Betawi tidak hanya mencakup masyarakat campuran dalam benteng Batavia yang dibangun oleh Belanda tapi juga mencakup penduduk di luar benteng tersebut yang disebut masyarakat proto Betawi. Penduduk lokal di luar benteng Batavia tersebut sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Setelah kemerdekaan
Sejak akhir abad yang lalu dan khususnya setelah kemerdekaan (1945), Jakarta dibanjiri imigran dari seluruh Indonesia, sehingga orang Betawi — dalam arti apapun juga — tinggal sebagai minoritas. Pada tahun 1961, 'suku' Betawi mencakup kurang lebih 22,9 persen dari antara 2,9 juta penduduk Jakarta pada waktu itu. Mereka semakin terdesak ke pinggiran, bahkan ramai-ramai digusur dan tergusur ke luar Jakarta. Walaupun sebetulnya, ’suku’ Betawi tidaklah pernah tergusur atau digusur dari Jakarta, karena proses asimilasi dari berbagai suku yang ada di Indonesia hingga kini terus berlangsung dan melalui proses panjang itu pulalah ’suku’ Betawi hadir di bumi Nusantara
Seni dan kebudayaan
Budaya Betawi merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya dari beragam etnis. Sejak zaman Hindia Belanda, Batavia (kini Jakarta) merupakan ibu kota Hindia Belanda yang menarik pendatang dari dalam dan luar Nusantara. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Bugis. Selain dari penduduk Nusantara, budaya Betawi juga banyak menyerap dari budaya luar, seperti budaya Arab, Tiongkok, India, dan Portugis.
Suku Betawi sebagai penduduk asli Jakarta agak tersingkirkan oleh penduduk pendatang. Mereka keluar dari Jakarta dan pindah ke wilayah-wilayah yang ada di provinsi Jawa Barat dan provinsi Banten. Budaya Betawi pun tersingkirkan oleh budaya lain baik dari Indonesia maupun budaya barat. Untuk melestarikan budaya Betawi, didirikanlah cagar budaya di Situ Babakan
Bahasa    
Sifat campur-aduk dalam dialek Betawi adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing.
Ada juga yang berpendapat bahwa suku bangsa yang mendiami daerah sekitar Batavia juga dikelompokkan sebagai suku Betawi awal (proto Betawi). Menurut sejarah, Kerajaan Tarumanagara, yang berpusat di Sundapura atau Sunda Kalapa, pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera. Oleh karena itu, tidak heran kalau etnis Sunda di pelabuhan Sunda Kalapa, jauh sebelum Sumpah Pemuda, sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Karena perbedaan bahasa yang digunakan tersebut maka pada awal abad ke-20, Belanda menganggap orang yang tinggal di sekitar Batavia sebagai etnis yang berbeda dengan etnis Sunda dan menyebutnya sebagai etnis Betawi (kata turunan dari Batavia). Walau demikian, masih  banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam bahasa Sunda seperti kata Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng (yang berasal dari Cihideung dan kemudian berubah menjadi Cideung dan tearkhir menjadi Cideng), dan lain-lain yang masih sesuai dengan penamaan yang digambarkan dalam naskah kuno Bujangga Manik[2] yang saat ini disimpan di perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris.
Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi. Dialek Betawi sendiri terbagi atas dua jenis, yaitu dialek Betawi tengah dan dialek Betawi pinggir. Dialek Betawi tengah umumnya berbunyi "é" sedangkan dialek Betawi pinggir adalah "a". Dialek Betawi pusat atau tengah seringkali dianggap sebagai dialek Betawi sejati, karena berasal dari tempat bermulanya kota Jakarta, yakni daerah perkampungan Betawi di sekitar Jakarta Kota, Sawah Besar, Tugu, Cilincing, Kemayoran, Senen, Kramat, hingga batas paling selatan di Meester (Jatinegara). Dialek Betawi pinggiran mulai dari Jatinegara ke Selatan, Condet, Jagakarsa, Depok, Rawa Belong, Ciputat hingga ke pinggir selatan hingga Jawa Barat. Contoh penutur dialek Betawi tengah adalah Benyamin S., Ida Royani dan Aminah Cendrakasih, karena mereka memang berasal dari daerah Kemayoran dan Kramat Sentiong. Sedangkan contoh penutur dialek Betawi pinggiran adalah Mandra dan Pak Tile. Contoh paling jelas adalah saat mereka mengucapkan kenape/kenapa'' (mengapa). Dialek Betawi tengah jelas menyebutkan "é", sedangkan Betawi pinggir bernada "a" keras mati seperti "ain" mati dalam cara baca mengaji Al Quran.
 Musik
Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni Gambang Kromong yang berasal dari seni musik Tionghoa, tetapi juga ada Rebana yang berakar pada tradisi musik Arab, Keroncong Tugu dengan latar belakang Portugis-Arab, dan Tanjidor yang berlatarbelakang ke-Belanda-an. Saat ini Suku Betawi terkenal dengan seni Lenong, Gambang Kromong, Rebana Tanjidor dan Keroncong.

Tari

Seni tari di Jakarta merupakan perpaduan antara unsur-unsur budaya masyarakat yang ada di dalamnya. Contohnya tari Topeng Betawi, Yapong yang dipengaruhi tari Jaipong Sunda, Cokek dan lain-lain. Pada awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan Tiongkok, seperti tari Yapong dengan kostum penari khas pemain Opera Beijing. Namun Jakarta dapat dinamakan daerah yang paling dinamis. Selain seni tari lama juga muncul seni tari dengan gaya dan koreografi yang dinamis.

 

Drama

Drama tradisional Betawi antara lain Lenong dan Tonil. Pementasan lakon tradisional ini biasanya menggambarkan kehidupan sehari-hari rakyat Betawi, dengan diselingi lagu, pantun, lawak, dan lelucon jenaka. Kadang-kadang pemeran lenong dapat berinteraksi langsung dengan penonton.





Cerita rakyat

Cerita rakyat yang berkembang di Jakarta selain cerita rakyat yang sudah dikenal seperti Si Pitung, juga dikenal cerita rakyat lain seperti serial Jagoan Tulen atau si jampang yang mengisahkan jawara-jawara Betawi baik dalam perjuangan maupun kehidupannya yang dikenal "keras". Selain mengisahkan jawara atau pendekar dunia persilatan, juga dikenal cerita Nyai Dasima yang menggambarkan kehidupan zaman kolonial. creita lainnya ialah Mirah dari Marunda, Murtado Macan Kemayoran, Juragan Boing dan yang lainnya.

Senjata tradisional

Senjata khas Jakarta adalah bendo atau golok yang bersarungkan terbuat dari kayu.

Kepercayaan

Sebagian besar Orang Betawi menganut agama Islam, tetapi yang menganut agama Kristen; Protestan dan Katolik juga ada namun hanya sedikit sekali. Di antara suku Betawi yang beragama Kristen, ada yang menyatakan bahwa mereka adalah keturunan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis. Hal ini wajar karena pada awal abad ke-16, Surawisesa, raja Sunda mengadakan perjanjian dengan Portugis yang membolehkan Portugis membangun benteng dan gudang di pelabuhan Sunda Kalapa sehingga terbentuk komunitas Portugis di Sunda Kalapa. Komunitas Portugis ini sekarang masih ada dan menetap di daerah Kampung Tugu, Jakarta Utara.

Profesi

Di Jakarta, orang Betawi sebelum era pembangunan orde baru, terbagi atas beberapa profesi menurut lingkup wilayah (kampung) mereka masing-masing. Semisal di kampung Kemanggisan dan sekitaran Rawabelong banyak dijumpai para petani kembang (anggrek, kemboja jepang, dan lain-lain). Dan secara umum banyak menjadi guru, pengajar, dan pendidik semisal K.H. Djunaedi, K.H. Suit, dll. Profesi pedagang, pembatik juga banyak dilakoni oleh kaum betawi. Petani dan pekebun juga umum dilakoni oleh warga Kemanggisan.
Kampung yang sekarang lebih dikenal dengan Kuningan adalah tempat para peternak sapi perah. Kampung Kemandoran di mana tanah tidak sesubur Kemanggisan. Mandor, bek, jagoan silat banyak di jumpai disana semisal Ji'ih teman seperjuangan Pitung dari Rawabelong. Di kampung Paseban banyak warga adalah kaum pekerja kantoran sejak zaman Belanda dulu, meski kemampuan pencak silat mereka juga tidak diragukan. Guru, pengajar, ustadz, dan profesi pedagang eceran juga kerap dilakoni.
Warga Tebet aslinya adalah orang-orang Betawi gusuran Senayan, karena saat itu Ganefonya Bung Karno menyebabkan warga Betawi eksodus ke Tebet dan sekitarnya untuk "terpaksa" memuluskan pembuatan kompleks olahraga Gelora Bung Karno yang kita kenal sekarang ini. Karena asal-muasal bentukan etnis mereka adalah multikultur (orang Nusantara, Tionghoa, India, Arab, Belanda, Portugis, dan lain-lain), profesi masing-masing kaum disesuaikan pada cara pandang bentukan etnis dan bauran etnis dasar masing-masing.

Perilaku dan sifat

Asumsi kebanyakan orang tentang masyarakat Betawi ini jarang yang berhasil, baik dalam segi ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Padahal tidak sedikit orang Betawi yang berhasil. Beberapa dari mereka adalah Muhammad Husni Thamrin, Benyamin Sueb, dan Fauzi Bowo yang menjadi Gubernur Jakarta saat ini .
Ada beberapa hal yang positif dari Betawi antara lain jiwa sosial mereka sangat tinggi, walaupun kadang-kadang dalam beberapa hal terlalu berlebih dan cenderung tendensius. Orang Betawi juga sangat menjaga nilai-nilai agama yang tercermin dari ajaran orangtua (terutama yang beragama Islam), kepada anak-anaknya. Masyarakat Betawi sangat menghargai pluralisme. Hal ini terlihat dengan hubungan yang baik antara masyarakat Betawi dan pendatang dari luar Jakarta.
Orang Betawi sangat menghormati budaya yang mereka warisi. Terbukti dari perilaku kebanyakan warga yang mesih memainkan lakon atau kebudayaan yang diwariskan dari masa ke masa seperti lenong, ondel-ondel, gambang kromong, dan lain-lain.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan sebagian besar masyarakat Betawi masa kini agak terpinggirkan oleh modernisasi di lahan lahirnya sendiri (baca : Jakarta). Namun tetap ada optimisme dari masyarakat Betawi generasi mendatang yang justru akan menopang modernisasi tersebut .

Selasa, 08 November 2011

Harapan Kosong

Ini adalah kisah seorang laki laki yang bernama Frans yang sangat mencintai dan mengagumi seorang wanita karena kecantikan nya dari semenjak dia dibangku SMP, wanita tersebut bernama Bella.
Dia mengenal Bella dari saudaranya yang bernama Wahyu, Wahyu adalah adik kelas nya Bella saat di SMP.
Ketika melihat nya, jantung Frans pun berdetak kencang. Inikah nama nya cinta, dari mata turun ke hati, dia sangat mengagumi Bella, karena Bella adalah wanita yang cantik. Banyak lelaki yang menyukai Bella.  
Setelah mengenalnya dia selalu berusaha untuk mendekati Bella. tapi disaat itu, Bella mempunyai pacar bernama Riko, Frans tak putus asa untuk mendekatinya. Ketika Bella memasuki bangku SMA disebuah sekolah islam di Jakarta, Frans pun mengikuti Bella untuk pindah sekolah ditempat wanita tersebut.
Dia meminta dan memohon pada orang tua nya, agar dia dipindahkan kesebuah sekolah islam di Jakarta.

Frans : mah , aku mau pindah sekolah di sekolah islam di Jakarta ? boleh ya mah!
Mama : kamu ada ada aja , kenapa kamu mau pindah disitu?
Frans : aku menyukai seseorang mah , dia bersekolah disana . aku ingin  selalu melihatnya, pasti mama ngerti perasaan ku
Mama : mama ngerti nak , jika emang kamu ingin pindah sekolah , mama akan mengurus semuanya .

Frans : terima kasih mah .
Mama : iya sayang.

Seminggu kemudian, orang tua Frans pun sudah mengurus semua perpindahannya, dan akhirnya Frans bisa bersekolah ditempat Bella. saat disekolah, dia bertemu dengan Bella dan berpapasan.

Bella : heh elo kok disini? ( sambil menunjuk kearah muka Frans)
Frans : iya, gue pindah sekolah (hati berdebar-debar)
Bella : hmm , yaudah gue ke kelas ya (meninggalkan Frans)

Frans terdiam dan matanya  memerhatikan Bella memasuki kelas ....
Dia sangat mencintai Bella dan mengaguminya, dia selalu mencuri curi perhatian terhadap wanita tersebut. tetapi usaha nya saat itu hanya sia sia, karena Bella sangat mencintai pacarnya yang bernama Riko. dia tetap tidak putus asa . sampai keduanya lulus SMA,  frans masih tetap mendekati Bella.

Setelah mereka lulus SMA,tiga bulan lama nya frans kehilangan kabar Bella, karena dia tidak lagi satu sekolah dengan wanita tersebut, dia terus berusaha untuk mencari tau tentang wanita tersebut dan akhirnya dia mendapat sebuah kabar dari sepupunya bahwa  Bella dan Riko telah putus, karena Riko selingkuh dengan wanita lain.
Frans tersenyum dan tertawa gembira karena wanita yang dicintai nya, sudah tidak dimilki siapa siapa lagi, dia pun semakin semangat untuk mendekati Bella. Pada suatu hari , Frans mengajak Bella dan teman-teman Bella  kesebuah Kafe di Jakarta .
Mereka beramai-ramai pergi ketempat tersebut, Bella mengajak sahabat-sahabatnya yang bernama Mira, Okta dan Siska ......

Sesampainya di Kafe tersebut, Frans dan yang lain pun duduk didalam Kafe tersebut , Frans terus memandang Bella dengan pandangan yang tajam.
Tuhan, kapan kah aku bisa memiliki wanita indah dihadapan ku ( dalam hati Frans)

Bella terdiam di depan Frans, Bella merasa risih dipandangi Frans terus, wajah Bella terlihat malu-malu ,  Bella pindah tempat duduk disamping sahabatnya bernama Mira, dan setelah itu mereka semua memesan makanan dan minuman di Kafe tersebut.
Setelah makan dan minum, mereka berbincang-bincang dan tertawa-tawa, pandangan 
Frans pun selalu melirik kearah Bella.

Malam semakin larut, mereka semua meninggalkan Kafe itu. Frans mengantar Bella dan sahabat-sahabatnya ke rumah masing-masing.

Sesampainya dirumah, Frans selalu usaha untuk sms-sms Bella dan perhatian padanya.
Keesokan harinya , Frans mulai mencoba untuk berani ungkapkan semua perasaan nya ke Bella . Frans mengungkapan perasaan nya di depan rumah Bella dengan setangkai bunga mawar merah dan Setangkai bunga mawar biru . Frans menelpon Bella untuk meminta Bella keluar rumahnya, dan akhirnya Bella keluar rumah, Bella terlihat kaget melihat Frans berdiri didepan rumah nya.....
Bella pun menghampiri Frans...

Frans : gue sayang sama lo, dari semenjak kita bertemu saat SMP (memandang mata Bella)
Bella : kenapa lo baru ungkapkan sekarang? (menunduk kebawah)
Frans : gue selama ini hanya bisa memendam perasaan ini , karena dahulu lo sudah dimiliki orang lain . mawar merah arti lo terima gue, sedangkan misalnya lo pilih mawar biru berarti lo tolak cinta gue .

Tuhan aku mencintai mantan ku Riko, aku sangat menyayangi nya. Apakah mungkin dihadapan ku adalah pengganti nya Riko , aku sangat mencintai Riko. Tetapi aku juga membutuhkan seseorang untuk mengisi hidupku. Apakah frans??? orang yang harus aku jadikan pelarian (ujar Bella dalam hati sambil memandang Frans)
Bella : gue hargain semua pengorbanan lo , gue coba buat jalani dengan lo (mengambil bunga mawar merah )
Frans : lo yakin memilih bunga itu? Lo mau jadi pacar gue? (mimik wajah gembira)
Bella  : kita coba jalani, tapi jujur gue masih sangat mencintai Riko
Frans : gue ngerti, dan gue akan coba buat lo bahagia dan nyaman sama gue .

Akhirnya mereka berdua pun menjalani hubungan, Bella adalah wanita indah dimata Frans . Frans rela melalukan apa saja untuknya. Hidup Bella tanggung jawab nya, karena orang tua Bella tak selalu memenuhi kebutuhan Bella , keinginan Bella selalu dipenuhi oleh Frans.
Frans sangat perhatian kepada Bella, dan dia selalu ada saat wanita tersebut butuhkan. Ketika Bella berulang tahun yang ke-19, Frans membuat suprise buat nya, dia belikan sebuah kue yang bertuliskan “selamat ulang tahun wanita indah dihatiku Bella ” , ibunya Frans juga membelikan sebuah kado untuk Bella.
Bella merasa hari itu adalah hari yang paling bahagia untuknya. Tuhan seandainya yang dihadapanku adalah orang yang aku cintai, aku pasti merasa lebih bahagia dari ini (ujar Bella dalam hati)
Bella mengucapkan terima kasih dan mencoba memegang tangan Frans dan tersenyum . Frans merasa bahagia karena Bella memegang tangan nya.

Demi Bella dia korban kan orang orang terdekatnya, dia musuhi semuanya . dan selalu dia luangkan waktunya buat wanita tersebut dan tidak ada waktunya untuk orang lain, dia selalu berusaha agar Bella dapat melupakan mantanya.

Pada suatu hari , Frans dan Bella mempunyai sebuah konflik, karena Bella masih berhubungan dengan mantannya yang bernama Riko, Frans hanya bisa menangis dalam hati dan berusaha untuk tegar, tetapi dia juga memiliki sifat yang sangat frontal, Frans tak berani menyakiti Bella dan marah padanya, tetapi Frans menyakiti dirinya sendiri dengan cara memukuli dadanya dan kepalanya dengan tangannya sendiri. Bella memandangnya dengan tatapan keanehan.
Tuhan, aku tak berani menyakiti wanita yang sangat aku cintai, aku tak mau membuatnya menjatuhkan air mata (ujar Frans dalam hati)
Disaat Bella merasa frans aneh, lalu dia menceritakan tentang Frans ke sahabat-sahabatnya yang bernama Mira,Okta dan siska.

Bella  : gue heran dengan Frans, dia aneh banget. Dia saat marah sama "gue" nyakitin dirinya sendiri seperti selayaknya orang tak waras
Mira dan Okta : dia mungkin tidak mau membuat lo sakit hati dan kecewa.
Siska : iya betul apa kata Mira dan Okta tuh, udah lah itu mungkin bukti dia sayang sama lo.

Bella : tapi jujur ya , hal yang dia lakuin buat gue elfeel dan jadi gak respek lagi sama dia .
dia emang terlalu baik. Tetapi terkadang sifat nya kaya orang gak waras itu yang semakin buat gue tertekan dan mau menjauh dari dia. Gue udah tak bisa lanjutkan hubungan gue dengan Frans, jujur gue belum bisa ngelupain Riko. Riko yang selalu ada dihati gue (sambil menangis)

Mira : ikuti apa kata hati lo, tetapi jangan pernah menyesali dengan apa yang lo ikutin !!!
Bella : iya gue ngerti.

Setelah itu, Bella mencoba mengikuti kata hatinya. Ketika Bella sudah mulai elfeel dengan Frans, Bella pun jujur sama Frans bahwa dia tidak lagi menyukai Frans, perasaan nya telah hilang karena sifat Frans yang terlalu frontal. Bella memutuskan Frans, Frans menerima semua keputusan wanita tersebut walaupun tidak siap untuk menerima keputusan Bella.
Bella mencoba membuat Frans benci kepada nya dengan cara membentak-bentak Frans dan selalu menyuruh Frans kesana kemari. Frans terlihat seperti babu yang dia suruh-suruh, dan seakan-akan tak ada harga dirinya sebagai laki-laki dimata orang, tetapi dia tidak akan pernah membenci Bella.

Bella : tolong belikan gue makanan, gue laper.
Frans : iya aku belikan !
Bella : belikan gue pulsa juga, terus nanti anterin gue kerumah Riko .
Frans : iya nanti aku antarkan (matanya berkaca-kaca air mata)

Beberapa jam kemudian , Frans mengantarkan Bella ke rumah mantannya itu, sesampainya dirumah riko, Bella terlihat bahagia bersama mantan nya itu, Frans melihatnya dari kejauhan. Riko memegang tangan nya Bella,  Frans meneteskan air mata dan berusaha untuk tersenyum.

Aku sangat mencintai Bella, aku rela melakukan apa saja deminya , ku coba hembuskan nafas ku tuhan ! meski hati ini sakit. Demi dirinya ku lupakan ibu ku yang selalu menantiku dirumah, ku caci dia disaat aku marah pada orang yang aku cintai. Ku coba sakiti diriku demi wanita tersebut, ku jauhi sahabat-sahabatku karena aku ingin selalu disamping dia (ujar Frans)

Frans terus berusaha agar Bella dapat kembali kepadanya, tetapi usaha Frans sia sia. bella tak lagi peduli kepada Frans.
Pada suatu hari, Riko  meminta Bella kerumahnya, dan akhirnya Bella  menemui Riko lagi . disaat itu Bella pergi sendiri kerumah mantan nya tersebut. Dia datang dengan raut muka penuh kebahagiaan, Frans mengetahui bahwa Bella pergi kerumah Riko .
Frans menyusuli wanita tersebut kerumah Riko, dari kejauhan dia melihat Riko mencium bibirnya Bella. Bella terdiam disaat Riko mencium nya. Riko juga meminta dan memohon kepada Bella untuk kembali kepadanya dan menjadi pacarnya lagi, Bella pun tak menolak permintaan Riko karena hal itu yang dinantikan nya.  Frans meninggalkan tempat itu, dia masuk kedalam mobil dan dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, tiba tiba diperjalan ada truk besar didepannya. Frans menabrak truk tersebut dan tak bisa mengendalikan mobilnya dan akhirnya Frans mengalami kecelakaan , darah terus mengalir dari kepalanya . Frans segera dibawa kerumah sakit oleh warga disekitar tempat kejadian. Sesampainya Frans dirumah sakit dan dibawa keruang ICCU dirumah sakit, pihak rumah sakit mencoba menelpon ibu nya Frans untuk segera datang kerumah sakit, karena anaknya mengalami kecelakaan. Ibunya pun datang kerumah sakit dan memasuki ruangan ICCU “Frans  Frans anakku”. Frans tak sadarkan diri !!
Ibunya memegang tangan Frans sambil menangis, setelah itu ibunya menelpon Bella dan memintanya untuk menemani Frans agar keadaan anaknya membaik, tetapi Bella tak pernah menampakkan dirinya kerumah sakit .
Ibunya Frans menjadi membenci Bella.

Bella telah merasa bahagia bersama Riko, sehingga dia seakan-akan tak membutuhkan Frans lagi, Bella tak pernah sadar bahwa Riko adalah pria bajingan yang ingin membuat hati nya terluka.
Setelah Seminggu Frans koma, Frans tidak bisa mempertahankan nyawa nya, dia meninggalkan orang-orang yang sangat dia sayangi.
Ibunya frans : Anakku... (menangis)
                      Tuhan, kenapa kau mengambil anakku begitu cepat, kenapa bukan aku aja yang kau ambil!!!!! (ujar ibunya dalam hati)

Dokter : Frans tidak bisa melawan  masa koma nya. rumah sakit sudah memberikan yang terbaik, tapi Tuhan berkehendak lain.

Ke esokan harinya, Frans dimakam kan disebuah pemakaman umum deket rumahnya.
Sahabat-sahabat dan keluarga nya pun datang dipemakaman tersebut, tetapi Bella tidak menampakan dirinya dipemakaman tersebut, karena tidak ada seorang pun yang memberi tahu Bella. Ibunya yang meminta Semua sahabat-sahabatnya Frans agar tidak memberitahu Bella bahwa Frans telah meninggal.

Beberapa hari kemudian, Bella pergi kesebuah Kafe bersama teman-temannya, tidak disengaja Bella melihat Riko sedang boncengan naik motor dengan wanita lain, wanita tersebut memeluk Riko dengan erat. Hati Bella terluka, dia menangis di depan orang banyak. Disaat dia menangis, dia mencoba menghubungi Frans kembali, dia tidak tahu bahwa Frans telah pergi. Mira sahabat terdekat Bella  pun memberi tahu Bella, bahwa Frans telah meninggal.

Bella menangis dengan hati penuh penyesalan, dia langsung lari ketempat pemakam Frans. Dia menangis diatas makam Frans, dan berkata :
Aku menyesal telah membuat mu terlihat tidak ada harga dirinya dimata orang, aku menyesal telah membuat mu kecewa sampai kau mengalami kecelakaan, aku menyesal tidak menemani mu dirumah sakit saat detik-detik kau pergi. Aku baru menyadari, bahwa kamu adalah lelaki yang terbaik yang pernah aku temukan, dan aku baru menyadari bahwa aku sangat butuh kamu ada disampingku .
Air mata Bella terus menetes diatas makam Frans. Kini kamu telah pergi untuk selamanya (ujar Bella )


SELESAI .......
pengarang : Lydia Kirana